Sejarah Desa Pamulihan Edisi Lengkap Segera Terbit

Pengertian Sejarah Desa

buku_p01Sejarah Desa dapat dikategorikan kedalam sejarah lokal, mengandung suatu pengertian, bahwa suatu peristiwa yang telah terjadi hanya meliputi suatu daerah dan tidak menyebar ke daerah lainnya. Sejarah lokal tentang suatu daerah memuat masalah awal suatu daerah tersebut seperti asal usul daerah bersangkutan sampai kepada perkembangan daerah itu pada masa berikutnya. Taufik Abdullah (1996) mendefinisikan sejarah lokal sebagai “sejarah dari suatu tempat”, suatu locality yang batasnya ditentukan oleh perjanjian penulis sejarah.

Setiap wilayah di Indonesia memiliki karakter tersendiri. Hal ini disebabkan masing-masing wilayah terbentuk melalui proses sejarah panjang yang berbeda-beda. Demikian juga kebudayaan, merupakan produk dari proses sejarah yang panjang. Oleh karena itu, Sejarah Lokal merupakan yang kompleks yang memiliki banyak aspek dari keseluruhan pengalaman kolektif masa lalu meliputi aspek sosial-budaya, politik, agama, teknologi, ekonomi, dan sebagainya dalam suatu wilayah tertentu.

Sejarah lokal yang identik dengan cerita rakyat sampai sekarang masih berkembang terus dan penyebarannya secara turun menurun oleh masyarakat. Tetapi masih banyak cerita rakyat yang belum terdeteksi maupun terekam dalam bentuk tulisan maupun kajian. Cerita ini biasanya berupa cerita yang berbentuk kepahlawanan, legenda, keunikan, maupun yang lainnya. Peristiwa-peristiwa yang pernah terjadi di daerah biasanya dikenang dan diingat dalam bentuk nama. Nama tersebut biasanya diambil dari nama peristiwa, orang, binatang, tumbuhan, dan sebagainya. Menurut Suyono (1990: 123) keseluruhan nama itu selalu mengandung makna, meskipun dalam motif yang berbeda-beda, ada yang sebagai pengingat-pengingat suatu peristiwa, sesuatu harapan, atau hanya sebagai suatu tanda.

Berbicara masalah sejarah adalah sesuatu pemikiran yang mangacu pada masa lampau, oleh karenanya pemaparan dalam hal sejarah merupakan panyampaian peran tentang apa-apa yang pernah terjadi pada masa lampau. Kalau kita soroti dari segi tujuan dalam hal pemaparan sejarah adalah sebagai bandingan pada masa sekarang dan sebagai cerminan terhadap peristiwa masa akan datang. Dalam hal ini kita berbicara sejarah yang lebih khusus yaitu sejarah desa.

Manfaat Penulisan Sejarah Desa

Merupakan langkah awal untuk terus menggali potensi sejarah dan budaya masyarakat. Sangat penting kita untuk menoleh ke belakang untuk mengetahui asal-usul diri kita, sehingga dapat dijadikan sebagai cermin bagi langkah di masa depan. Ini merupakan manfaat utama dari kita mempelajari sejarah.

Hal yang penting bagi generasi sekarang dan masa depan adalah mengambil yang baik dari masa lalu dan membuang yang buruk. Dengan harapan agar kita mendapatkan kuantitas dan kualitas yang lebih baik dibandingkan pada masa lalu.

Penulisan sejarah desa merupakan bagian yang memiliki makna yang strategis dari kajian sejarah lokal. Tujuan dari penulisan sejarah desa ini selain untuk mendokumentasikan beberapa peristiwa penting dalam suatu wilayah tertentu, juga merupakan langkah melakukan ‘demokratisasi sejarah’.

Maksud dari ‘demokratsasi sejarah’ adalah sudah saatnya masyarakat mampu memberi makna dari beragam peristiwa sejarah baik tingkat lokal sampai global. Inisiatif penulisan sejarah tersebut berasal dari dalam masyarakat lokal (history from below). Sejarah lokal, dalam hal ini sejarah desa, mempunyai manfaat yang banyak. Di antaranya sebagai sarana untuk mendokumentasikan dan beragam nilai-nilai lokal, tradisi, adat dan kebiasaan masyarakat lokal yang dapat membantu untuk mengenal dan memperkokoh identitas/jati diri sosial kulturalnya.

Kesulitan Penulisan Sejarah Desa

Menurut Guru Besar Ilmu Pendidikan Sejarah UPI, Prof Dr Dadang Supardan M.Pd pada pidato pengukuhan jabatan Guru Besar UPI di Gedung Balai Pertemuan UPI Jalan Setiabudhi, mengakui bahwa Indonesia kaya akan sejarah lokal. Namun penulisan sejarah lokal di Indonesia masih mengalami berbagai kesulitan padahal pelajaran sejarah sangat berkontribusi terhadap integrasi bangsa.

Begitu pula dalam penulisan Sejarah Desa Pamulihan mengalami hal sama dan memakan rentang waktu yang cukup panjang. Berdasarkan informasi  yang disampaikan Bapak H. Achmad Lazuardi Noor, beliau adalah salah satu nara sumber utama Penulisan Sejarah Desa Pamulihan, beliau memulai mengumpulkan bahan-bahan sudah dimulai sejak tahun 1958. Beliau melakukan wawancara dengan beberapa orang sesepuh desa, baik sesepuh Desa Pamulihan atau pun sesepuh tetangga desa, beliau pun mengunjungi berbagai museum dan sebagainya dalam rangka mencocokan informasi yang diterima dari berbagai sumber untuk dipilah dan dipilih kevalidannya. Dan hasil penulisannya dipaparkan kepada orang-orang Desa Pamulihan dari berbagai kalangan untuk dikoreksi atau dibantah jika terjadi ada kekeliruan atau ada sumber lain yang lebih valid dari tulisannya.

Pada bulan Agustus 2013, untuk sementara penulisan Sejarah Desa Pamulihan sudah dianggap rampung dengan mencoba mengundang berbagai perwakilan tokoh-tokoh Desa Pamulihan baik tinggal di perantaun ataupun yang tinggal di kampung termasuk perangkat desa, untuk melakuan Soft Launching Sejarah Desa Pamulihan, bertempat di Hotel Purnama Kuningan, Jawa Barat.

Beragam Tanggapan

Tahun 2012 buku Sejarah Desa Pamulihan sudah dicetak dan diedarkan, namun karena para penyusun sangat apresiasif dan terbuka kepada siapa saja yang mengoreksi, akhirnya dilakukan revisi seperlunya. Ini membuktikan bahwa para penyusun Sejarah Desa Pamulihan sangat terbuka terhadap kritik dan saran baik secara tertulis maupun langsung ketika dibuka di forum-forum pemaparan asalkan didukung dengan argumentasi yang wajar dan dapat dipertanggungjawabkan. Namun demikian masih ada juga yang mengkritik tidak pada tempatnya dalam arti di luar forum, dari mereka ada yang bilang begini begitu dan sebagainya.

Menurut saya, kritik dan saran dari orang-orang yang diundang tetapi tidak mau hadir anggap saja bicara di warung kopi tidak perlu ditanggapi. Bahkan jika saya penulis Sejarah Desa Pamulihan kepada orang yang demikian, akan saya suruh membuat bandingannya dalam arti silakan Anda buat Sejarah Desa Pamulihan atau apa namanya yang lebih baik dari yang sudah ada. Mari kita saling bantah dan saling mempertanggung jawabkan tulisan masing-masing. Kalau hanya sekedar menyalahkan semua orang juga bisa dan biasa.

Yang paling menggembirakan, Kepala Desa Pamulihan Ade Setiwandi, sering disapa Kuwu Kaping dalam pidatonya pada acara Soft Launching, bahwa beliau pernah mendapatkan ucapan selamat dari salah seorang pejabat Kabupaten Kuningan, karena baru Desa Pamulihan yang sudah menyusun sejarah desanya. Ini membuktikan bahwa menyusun sejarah sebuah desa itu tidak mudah, sebab terkadang sulit membedakan mana dongeng mana yang mendekati sejarah dan harus didukung oleh nara sumber dan fakta-faktanya.

Harapan dan Saran

Tulisan ini hanya sekedar mengapresiasif dan salut kepada orang-orang sudah sepuh, seperti Bapak H. Achmad Lazuardi Noor, Bapak H. Kardjo Karmasasmita, Bapak OK Zaenuddin, Bapak H. Edos Iman Saputra, Bapak H. Kartama dan lain-lainya. Beliau masih peduli dan mau meluangkan waktu di tengah-tengah kesibukannya untuk memikirkan desanya.

Dengan terbitnya Sejarah Desa Pamulihan, saya pribadi merasa banyak mengambil manfaat, dulu kalau diceritakan oleh orang tua seperti dongeng sehingga sulit membedakan mana cerita rakyat dan mana sejarah, sekarang terlihat benang merahnya antara dongeng dan sejarah.

Benar atau salah jangan dipermasalahkan dulu, ini langkah awal, waktu akan membuktikan dan para penyusun tidak alergi terhadapat kritik dan saran. Saya sering bertanya kepada teman-teman dari desa lain tentang sejarah desanya. Mereka hampir sama jawabannya, bingung dari mana mulai menyusun, nara sumber sudah banyak yang meninggal.

Saya mengajak kepada generasi muda Pamulihan jika Anda mempunyai kemampuan tentang apa saja, baik tentang penyusunan Sejarah Desa yang lebih baik, atau lainnya mari konstribusikan untuk Desa Pamulihan yang lebih baik di masa depan.

Jembatan Tarikolot Tak Kunjung Diperbaiki

tarikolotSejak hancur dihantam gerusan air sungai  tujuh bulan yang lalu, jembatan Tarikolot di Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan tak kunjung diperbaiki. Kondisi ini pun menuai protes dari warga karena praktis tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Ditambah lagi setelah seorang warga yang bernama Waryo asal Kampung Cikoneng, Desa Pamulihan meninggal ketika memaksakan diri melintasi jembatan tersebut.

Menurut warga, dampak dari kondisi ini menyebabkan warga kesulitan beraktifitas karena jembatan ini sebagai urat nadi yang menghubungkan Desa Pamulihan dan Desa Jatisari menuju ibukota kecamatan, hingga harus memutar melalui Kampung Cirahayu.

Satu bulan masyarakat  mencoba mengambil inisiatif dengan menggunakan pohon kelapa agar dapat dilalui oleh sepeda motor. Namun, tindakan tersebut sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Untuk mencegah bahaya yang  lebih besar, warga meminta kepada Pemkab Kuningan melalui Dinas PU agar segera memperbaiki jembata tersebut.

Selama ini, kesulitan warga adalah ketika mereka harus bolak-balik mengantarkan hasil pertanian begitu juga anak-anak sekolah SMP dan SMA ke Subang, demikian sebaliknya, mereka terpaksa memutar melalui Kampung Cirahayu, karena jembatan terputus.

Makna Kemerdekaan

ri_68Begitu menyebut kata merdeka maknanya mesti merujuk pada konstitusi negara kita yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 yaitu: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dan harus kita sadari bahwa ini, Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi makna kemerdekaan menurut konstitusi negara kita yaitu:

  1. Penjajahan di atas dunia harus hapus karena tidak sesuai dengan prikemanuasiaan dan prikeadilan
  2. Adil makmur harus berujud di bumi Indonesia
  3. Segenap rakyat Indonesia secara hukum terlindungi, hidup sejahtera, cerdas, adil berdasarkan Pancasila.
  4. Kemerdekaan bukan semata-mata perjuangan manusia tetapi berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan begitu jika masih ada sebagian bangsa kita berpestapora di atas kemiskinan yang lainnya perlu dipertanyakan makna kemerdekaan yang telah kita capai dan selau diperingati pada setiap tahun. Dan itu hanya selogan semata dan kamuflase belaka dari mulut orang Indonesia yang bermental Belanda hitam.

Bulan Agustus tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa. Keberkahan Ramadhan dan kemerdekaan tumpah ruah mengisi setiap aktivitas kehidupan. Dua momen besar yang patut disyukuri dan layak untuk dijadikan semangat pembelajaran bagi setiap manusia Indonesia. Dalam konteks pemerintahan daerah, setidaknya ada tiga (3) makna penting kemerdekaan yang dapat dijadikan inspirasi positif bagi terbangunnya good and clean governance di tingkat lokal.

Pertama. Kemerdekaan menjadi momentum penting dalam upaya untuk memerdekakan diri dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Kemerdekaan akan kehilangan makna di saat masih banyak warga masyarakat yang harus hidup di tengah-tengah ketidakmampuan dalam menghidupi diri dan keluarganya. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena berdasarkan data BPS per September 2011, jumlah penduduk miskin mencapai 29,89 juta orang (12,36 persen). Angka ini seharusnya menjadi gambaran nyata, betapa saat ini Pemerintah dan Pemerintah Daerah belum mampu bersinergi dengan baik untuk memecahkan satu persoalan mendasar ini. Bahkan yang lebih memprihatinkan, kemiskinan telah menjadi pintu masuk bagi terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang minim kualitas dan minim integritas. Hal ini dapat terlihat dari masih tingginya angka putus sekolah, masih rendahnya penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi, hingga problem tindak kekerasan yang terjadi di sekolah. Sungguh hal ini merupakan cerminan betapa bangsa ini masih harus berjibaku untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan yang telah berlangsung secara sistemik.

Kedua. Kemerdekaan merupakan langkah awal bagi terwujudnya pemberdayaan seluruh stakeholder yang ada di masyarakat. Perjuangan kemerdekaan telah mengajarkan kepada kita, bahwa persatuan dan kesatuan adalah kunci bagi terbebasnya bangsa ini dari belenggu penjajahan. Sudah saatnya kita mengisi kemerdekaan ini dengan menguatkan tekad dan merapatkan barisan, sehingga seluruh stakeholder yang ada di tengah-tengah masyarakat dapat berjalan beriringan dan saling memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya bangsa Indonesia yang berdaulat. Bukan saatnya lagi kita mengedepankan ego bagi kepentingan pribadi dan golongan, bukan saatnya lagi kita mencari-cari kesalahan bagi kebaikan diri sendiri, dan bukan saatnya lagi kita tertawa di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Saat ini adalah masanya kita bersatu, demi satu tujuan, masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Ketiga. Kemerdekaan merupakan wadah bagi pembentukan karakter manusia Indonesia yang jujur, amanah, dan profesional. Nilai-nilai dasar inilah yang diharapkan dapat terinternalisasi sejak dini melalui kehidupan keluarga, masyarakat, dan pendidikan. Sejarah telah mencatatkan dengan tinta emas, betapa para founding fathers republik ini telah memberikan contoh dan teladan bagi kita semua, akan sikap dan perilaku yang terpuji, sehingga pada gilirannya bangsa ini diberkahi kemerdekaan oleh  Allah Yang Maha Kuasa.

Ketiga makna kemerdekaan ini sejatinya merupakan refleksi bagi semua pihak, khususnya bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan warga masyarakatnya. Apapun visi dan misinya, apapun program dan kegiatannya, tiada lain ditujukan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Persoalan mendasar seperti kemiskinan dan kebodohan hendaknya dapat terus dijadikan prioritas utama bagi setiap pemerintah daerah di Indonesia, mengingat dua hal ini merupakan titik awal yang harus ditempuh dalam upaya memperbaiki tingkat hidup dan kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah juga diharapkan terus mendorong seluruh stakeholder yang ada di tingkat lokal, untuk bersama-sama memperbaiki yang kurang, dan menyempurnakan yang sudah baik. Semoga melalui keberkahan bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini, niat baik dan tekad kita untuk membangun masyarakat yang lebih beradab dapat terwujud dengan baik. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H dan Merdeka!!

Tugas Pokok dan Fungsi Kepala Desa dan Perangkatnya

Adapun tugas pokok dan fungsi (Tupoksi) Kepala Desa dan perangkat adalah sebagai berikut:

A. Kepala Desa

1. Tugas Kepala Desa:

  • Kepala Desa mempunyai tugas menyelenggarakan urusan pemerintahan, pembangunan dan kemasyarakatan;
  • Kepala desa menjalankan tugas di samping berdasarkan kewenangan jabatan, juga berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama antara Pemerintah Desa dan Badan Permusyawaratan Desa.

2. Fungsi Kepala Desa:

  • Merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pemerintahan;
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pembangunan;
  • Merencanakan, melaksanakan dan mengendalikan kegiatan pembinaan kemasyarakatan.

3. Wewenang Kepala Desa:

  • Memimpin penyelenggaraan pemerintahan desa berdasarkan kebijakan yang ditetapkan bersama BPD;
  • Mengajukan Rancangan Peraturan Desa;
  • Menetapkan Peraturan Desa yang telah mendapat persetujuan BPD;
  • Menyusun dan mengajukan rancangan Peraturan Desa mengenai Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa untuk dibahas dan ditetapkan bersama BPD;
  • Membina kehidupan kemasyarakatan desa;
  • Membina perekonomian Desa;
  • Mengoordinasikan pembangunan desa secara partisipatif;
  • Mewakili desanya di dalam dan di luar pengadilan dan dapat menunjuk kuasa hukum untuk mewakili sesuai dengan peraturan perundang-undangan;
  • Melaksanakan wewenang lain sesuai dengan peraturan perundang-undangan.

4. Kewajiban Kepala Desa:

  • Memegang teguh dan mengamalkan Pancasila, melaksanakan Undang-undang Dasar Negara Republik Indonesia Tahun 1945 serta mempertahankan dan memelihara keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia;
  • Meningkatkan kesejahteraan masyarakat;
  • Memelihara ketenteraman dan ketertiban masyarakat;
  • Melaksanakan kehidupan demokrasi;
  • Melaksanakan prinsip tata pemerintahan desa yang bersih dan bebas dari Kolusi, Korupsi dan Nepotisme;
  • Menjalin hubungan kerja dengan seluruh mitra kerja Pemerintah Desa;
  • Menaati dan menegakkan seluruh peraturan perundang-undangan;
  • Menyelenggarakan administrasi Desa yang baik;
  • Melaksanakan dan mempertanggungjawabkan pengelolaan keuangan Desa;
  • Melaksanakan urusan yang menjadi kewenangan Desa;
  • Mendamaikan perselisihan masyarakat di Desa;
  • Mengembangkan pendapatan masyarakat dan Desa;
  • Membina, mengayomi dan melestarikan nilai-nilai sosial budaya dan adat istiadat;
  • Memperdayakan masyarakat dan kelembagaan di Desa; dan
  • Mengembangkan potensi sumber daya alam dan melestarikan lingkungan hidup.
  • Memberikan laporan akhir masa jabatan dan laporan penyelenggaraan Pemerintah Desa kepada Bupati, memberikan laporan keterangan pertanggungjawaban kepada BPD, serta menginformasikan laporan penyelenggaraan Pemerintahan Desa kepada masyarakat.

 B. Sekretaris Desa

1. Tugas Sekretaris Desa:

  • Membantu Kepala Desa di bidang pembinaan administrasi dan memberikan pelayanan teknis administrasi kepada seluruh perangkat Pemerintah Desa dan masyarakat;
  • Mewakili Kepala Desa dalam hal Kepala Desa berhalangan;
  • Melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa;

2. Fungsi Sekretaris Desa:

  • Pengkoordinasi terhadap kegiatan yang dilakukan oleh Perangkat Desa;
  • Pengumpul bahan dan perumus program serta petunjuk untuk keperluan pembinaan penyelenggaraan Pemerintah Desa dalam melaksanakan tugas dan kewajibannya;
  • Pemantauan dan pengevaluasi terhadap kesekretariatan;
  • Pemberian pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan, perekonomian, dan kesejahteraan;
  • Pengurusan administrasi keuangan, perlengkapan rumah tangga surat menyurat dan kearsipan serta memberikan pelayanan teknis dan administratif kepada seluruh perangkat Pemerintah Desa;
  • Penyusun Program Kerja Tahunan Desa dan pertanggungjawaban Kepala Desa;
  • Penyusun laporan Pemerintah Desa;
  • Penyususn dan Penyampaian Bahan Rancangan Peraturan Desa untuk diajukan kepada BPD;
  • Pengevaluasi pelaksanaan tugas-tugas kesekretariatan.

C. Urusan Ekonomi dan Pembangunan

Urusan Ekonomi dan Pembangunan mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretaris Desa di bidang perekonomian dan pembangunan;

Dalam melaksanakan tugas, Urusan Ekonomi dan Pembangunan mempunyai fungsi:

  • Pengumpul, pengolah dan pengevaluasi data perekonomian dan pembangunan;
  • Pengumpul bahan dan penyiap bahan bimbingan/pembinaan di bidang perkoperasian, pengusaha ekonomi lemah dan kegiatan perekonomian lainnya dalam rangka meningkatkan kehidupan perekonomian masyarakat;
  • Pemberi pelayanan kepada masyarakat di bidang perekonomian dan pembangunan;
  • Pengumpul bahan dalam rangka meningkatkan swadaya dan partisipasi masyarakat dalam meningkatkan perekonomian dan pelaksanaan pembangunan;
  • Pengumpul bahan dan membantu melakukan koordinasi pelaksanaan pembangunan serta menjaga dan memelihara prasarana dan sarana fisik dilingkungan desa;
  • Pengurus dan pengolah administrasi di bidang perekonomian dan pembangunan desa;
  • Penyiap bahan dalam rangka perencanaan pembangunan di Desa dengan melakukan koordinasi dan bekerjasama dengan lembaga kemasyarakatan yang ada di Desa;

D. Urusan Kesejahteraan Rakyat

Urusan Kesejahteraan Rakyat mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretaris Desa di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial;

Dalam melaksanakan tugas, Urusan Kesejahteraan Rakyat mempunyai fungsi:

  • Pengumpul, pengolah dan pengevaluasi data di bidang agama, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial;
  • Pengumpul bahan dan penyiap bahan dalam bimbingan dan pembinaan di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial masyarakat;
  • Pengumpul dan pelaksana penyaluran bantuan terhadap korban bencana alam;
  • Pemberi pelayanan kepada masyarakat di bidang keagamaan, fasilitas di bidang pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial;
  • Pengolah dan pembina dalam kegiatan pengumpul zakat, fitrah, infaq dan shodaqoh;
  • Pengumpul bahan dalam rangka meningkatkan swadaya dan partisipasi masyarakat di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial;
  • Pengolah dalam membantu dan menjaga kelestarian adat istiadat yang tumbuh dan berkembang di Desa;
  • Pengumpul bahan dan penyusun laporan di bidang keagamaan, pendidikan, kesehatan dan kesejahteraan sosial;
  • Pencatat data dan pengolah data Nikah, Talak, Cerai dan Rujuk (NTCR);
  • Pengumpul bahan/data dalam pelaksanaan bimbingan kegiatan pembinaan kesejahteraan keluarga, kepemudaan dan organisasi kemasyarakatan lainnya;
  • Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan;

E. Urusan Umum

Urusan Umum mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Sekretaris Desa di bidang umum, kepegawaian dan keuangan.

Dalam melaksanakan tugas, Urusan Umum mempunyai fungsi:

  • Pengumpul dan pengolah kepegawaian;
  • Pengumpul dan pengolah administrasi keuangan;
  • Pengolah urusan perlengkapan dan inventaris Desa;
  • Pengolah urusan rumah tangga Desa;
  • Pengatur pelaksana rapat-rapat dinas dan upacara;
  • Pengolah urusan surat menyurat kearsipan dan ekpedisi (Tata Usaha Desa):
  • Pengumpul bahan dan penyusun laporan Pemerintah Desa;
  • Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan.

F. Urusan Pemerintahan

Urusan Pemerintahan mempunyai tugas melaksanakan sebagai tugas Sekretaris Desa di bidang pemerintahan.

Dalam melaksanakan tugasnya Urusan Pemerintahan mempunyai fungsi:

  • Pengumpul, pengolah dan pengevaluasi data di bidang pemerintahan Desa;
  • Pengumpul bahan dalam rangka pembinaan wilayah dan masyarakat Desa;
  • Pemberi pelayanan kepada masyarakat di bidang pemerintahan;
  • Pelaksana tugas-tugas di bidang keagrariaan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku;
  • Pembantu tugas-tugas di bidang administrasi kependudukan;
  • Pembantu dan penyiap bahan dalam pelaksanaan pemilihan Kepala Desa dan perangkat Desa;
  • Pembantu dan penyiap bahan-bahan dalam rangka pembinaan RT/RW;
  • Pengumpul da penyusun laporan di bidang Pemerintahan;
  • Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan atasan.

G. Pulisi Desa

Pulisi Desa mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Desa di bidang ketentraman dan ketertiban.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pulisi Desa mempunyai fungsi:

  • Pengumpul, pengolah dan pengevaluasi data di bidang ketenteraman dan ketertiban;
  • Pembina ketentraman dan ketertiban masyarakat;
  • Pengumpul dan pengolah dalam penyelenggaraan kegiatan administrasi Pertahanan Sipil (HANSIP) dan Perlindungan Masyarakat (LINMAS);
  • Pembina dalam mendamaikan perselisihan masyarakat;
  • Pengumpul dan pengolah serta pembina kegiatan yang berkaitan dengan pembinaan kerukunan warga;
  • Pengumpul bahan dan penyusun laporan di bidang ketentraman dan ketertiban;
  • Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan/Kepala Desa.

H. Ulu-ulu

Ulu-ulu mempunyai tugas melaksanakan sebagai tugas Kepala Desa di bidang pengairan.

Dalam melaksanakan tugasnya Ulu-ulu mempunyai fungsi:

  • Pengumpul, pengolah dan pengevaluasi data di bidang pengairan dan lingkungan hidup;
  • Pengolah dalam melakukan bimbingan dan pembinaan di bidang pengairan dan lingkungan hidup;
  • Pengolah data dalam melakukan konsultasi Pemerintah Daerah dan Desa berkaitan dengan sarana pengairan/irigasi;
  • Pengolah dan pengkoordinasi dengan Pemerintah Desa lain berkaitan dengan sarana pengairan;
  • Pembina dan pemelihara sarana dan prasarana pengairan dalam menunjang kegiatan produksi;
  • Pembina dan pembimbing kegiatan Petani Pengelola Irigasi Desa;
  • Pengumpul bahan dan penyusun laporan di bidang pengairan dan lingkungan hidup;
  • Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.

I. Pamong Tani Desa

Pamong Tani Desa mempunyai tugas melaksanakan sebagian tugas Kepala Desa di bidang pertanian.

Dalam melaksanakan tugasnya, Pamong Tani Desa mempunyai fungsi:

  •  Pengumpul, pengolah dan pengevaluasi data di bidang pertanian;
  •  Pembimbing dan pembina di bidang pertanian;
  •  Pembina dalam kegiatan kelompok-kelompok tani di Desa;
  •  Pelaksana konsultasi dengan Pemerintah Daerah di bidang pertanian;
  •  Pelaksana pengawasan terhadap penyaluran bantuan kepada masyarakat;
  •  Pengumpul bahan dan penyusun laporan di bidang pertanian;
  •  Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh atasan/Kepala Desa.

J. Punduh/Kepala Dusun

Tugas Kepala Dusun adalah membantu melaksanakan tugas dan kewajiban Kepala Desa dalam wilayah kerjanya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Fungsi Kepala Dusun:

  • Pembantu pelaksanaan tugas Kepala Desa di wilayah kerjanya;
  • Pelaksana kegiatan penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan;
  • Pelaksana keputusan dan kebijakan Kepala Desa;
  • Pembantu Kepala Desa dalam kegiatan pembinaan dan kerukunan warga;
  • Pembina dan meningkatkan swadaya dan gotong royong;
  • Pelaksana penyuluhan program Pemerintah Desa;
  • Pelaksana dalam melaksanakan tugas-tugas lain yang diberikan oleh Kepala Desa.
Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 546 other followers