Makna Kemerdekaan

ri_68Begitu menyebut kata merdeka maknanya mesti merujuk pada konstitusi negara kita yang tertuang pada pembukaan UUD 1945 yaitu: Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan di atas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. Dan perjuangan pergerakan kemerdekaan Indonesia telah sampailah kepada saat yang berbahagia dengan selamat sentosa mengantarkan rakyat Indonesia ke depan pintu gerbang kemerdekaan negara Indonesia, yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur.

Dan harus kita sadari bahwa ini, Atas berkat rahmat Allah Yang Maha Kuasa dan dengan didorongkan oleh keinginan luhur, supaya berkehidupan kebangsaan yang bebas, maka rakyat Indonesia menyatakan dengan ini kemerdekaannya.

Kemudian daripada itu untuk membentuk suatu pemerintah negara Indonesia yang melindungi segenap bangsa Indonesia dan seluruh tumpah darah Indonesia dan untuk memajukan kesejahteraan umum, mencerdaskan kehidupan bangsa, dan ikut melaksanakan ketertiban dunia yang berdasarkan kemerdekaan, perdamaian abadi dan keadilan sosial, maka disusunlah kemerdekaan kebangsaan Indonesia itu dalam suatu Undang-Undang Dasar negara Indonesia, yang terbentuk dalam suatu susunan negara Republik Indonesia yang berkedaulatan rakyat dengan berdasar kepada : Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan Indonesia, dan kerakyatan yang dipimpin oleh hikmat kebijaksanaan dalam permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan suatu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

Jadi makna kemerdekaan menurut konstitusi negara kita yaitu:

  1. Penjajahan di atas dunia harus hapus karena tidak sesuai dengan prikemanuasiaan dan prikeadilan
  2. Adil makmur harus berujud di bumi Indonesia
  3. Segenap rakyat Indonesia secara hukum terlindungi, hidup sejahtera, cerdas, adil berdasarkan Pancasila.
  4. Kemerdekaan bukan semata-mata perjuangan manusia tetapi berkat Rahmat Allah Yang Maha Kuasa.

Dengan begitu jika masih ada sebagian bangsa kita berpestapora di atas kemiskinan yang lainnya perlu dipertanyakan makna kemerdekaan yang telah kita capai dan selau diperingati pada setiap tahun. Dan itu hanya selogan semata dan kamuflase belaka dari mulut orang Indonesia yang bermental Belanda hitam.

Bulan Agustus tahun ini menjadi momen yang sangat istimewa. Keberkahan Ramadhan dan kemerdekaan tumpah ruah mengisi setiap aktivitas kehidupan. Dua momen besar yang patut disyukuri dan layak untuk dijadikan semangat pembelajaran bagi setiap manusia Indonesia. Dalam konteks pemerintahan daerah, setidaknya ada tiga (3) makna penting kemerdekaan yang dapat dijadikan inspirasi positif bagi terbangunnya good and clean governance di tingkat lokal.

Pertama. Kemerdekaan menjadi momentum penting dalam upaya untuk memerdekakan diri dari belenggu kemiskinan dan kebodohan. Kemerdekaan akan kehilangan makna di saat masih banyak warga masyarakat yang harus hidup di tengah-tengah ketidakmampuan dalam menghidupi diri dan keluarganya. Hal ini tentu saja sangat memprihatinkan, karena berdasarkan data BPS per September 2011, jumlah penduduk miskin mencapai 29,89 juta orang (12,36 persen). Angka ini seharusnya menjadi gambaran nyata, betapa saat ini Pemerintah dan Pemerintah Daerah belum mampu bersinergi dengan baik untuk memecahkan satu persoalan mendasar ini. Bahkan yang lebih memprihatinkan, kemiskinan telah menjadi pintu masuk bagi terciptanya sumber daya manusia Indonesia yang minim kualitas dan minim integritas. Hal ini dapat terlihat dari masih tingginya angka putus sekolah, masih rendahnya penyerapan tenaga kerja lulusan perguruan tinggi, hingga problem tindak kekerasan yang terjadi di sekolah. Sungguh hal ini merupakan cerminan betapa bangsa ini masih harus berjibaku untuk memerangi kemiskinan dan kebodohan yang telah berlangsung secara sistemik.

Kedua. Kemerdekaan merupakan langkah awal bagi terwujudnya pemberdayaan seluruh stakeholder yang ada di masyarakat. Perjuangan kemerdekaan telah mengajarkan kepada kita, bahwa persatuan dan kesatuan adalah kunci bagi terbebasnya bangsa ini dari belenggu penjajahan. Sudah saatnya kita mengisi kemerdekaan ini dengan menguatkan tekad dan merapatkan barisan, sehingga seluruh stakeholder yang ada di tengah-tengah masyarakat dapat berjalan beriringan dan saling memberikan kontribusi positif bagi terwujudnya bangsa Indonesia yang berdaulat. Bukan saatnya lagi kita mengedepankan ego bagi kepentingan pribadi dan golongan, bukan saatnya lagi kita mencari-cari kesalahan bagi kebaikan diri sendiri, dan bukan saatnya lagi kita tertawa di atas kesedihan dan penderitaan orang lain. Saat ini adalah masanya kita bersatu, demi satu tujuan, masyarakat Indonesia yang adil dan makmur.

Ketiga. Kemerdekaan merupakan wadah bagi pembentukan karakter manusia Indonesia yang jujur, amanah, dan profesional. Nilai-nilai dasar inilah yang diharapkan dapat terinternalisasi sejak dini melalui kehidupan keluarga, masyarakat, dan pendidikan. Sejarah telah mencatatkan dengan tinta emas, betapa para founding fathers republik ini telah memberikan contoh dan teladan bagi kita semua, akan sikap dan perilaku yang terpuji, sehingga pada gilirannya bangsa ini diberkahi kemerdekaan oleh  Allah Yang Maha Kuasa.

Ketiga makna kemerdekaan ini sejatinya merupakan refleksi bagi semua pihak, khususnya bagi pemerintah daerah untuk lebih memperhatikan warga masyarakatnya. Apapun visi dan misinya, apapun program dan kegiatannya, tiada lain ditujukan bagi kesejahteraan masyarakatnya. Persoalan mendasar seperti kemiskinan dan kebodohan hendaknya dapat terus dijadikan prioritas utama bagi setiap pemerintah daerah di Indonesia, mengingat dua hal ini merupakan titik awal yang harus ditempuh dalam upaya memperbaiki tingkat hidup dan kehidupan masyarakat. Pemerintah daerah juga diharapkan terus mendorong seluruh stakeholder yang ada di tingkat lokal, untuk bersama-sama memperbaiki yang kurang, dan menyempurnakan yang sudah baik. Semoga melalui keberkahan bulan Ramadhan yang penuh hikmah ini, niat baik dan tekad kita untuk membangun masyarakat yang lebih beradab dapat terwujud dengan baik. Selamat Hari Raya Idul Fitri 1434 H dan Merdeka!!

About pamulihan

Editor

Posted on 16/08/2013, in Tepas. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: