Tidak Boleh Main Kekerasan dalam Agama

KUNINGAN, (PRLM).- Ketua Umum PBNU Prof.DR.KH.Said Aqil Siradj, M.A. mengingatkan, warga Nahdhiyin untuk tidak radikal, tidak boleh main keras atau main paksa karena tidak boleh ada agama di dalam kekerasan. Seandainya Allah menghendaki, niscaya orang di atas bumi ini menjadi orang Islam semua, tapi Allah itu tidak menghendaki manusia menjadi Islam semua. “Ini yang dipegang NU. Kita tidak boleh main keras, tidak boleh main paksa tetapi dalam berdakwah tetap harus bil-hikmah,” tutur Ketua Umum PBNU Prof.DR.KH.Said Aqil Siradj,MA, di hadapan sekira 4.000 warga Nahdhatul Ulama se-Kab.Kuningan, pada acara Tasyakkur dan Peringatan Hari lahir (Harlah) NU ke-85, yang dipusatkan di GOR Ewangga Komplek Stadion Mashud Wisnusaputra, Kab.Kuningan, Minggu (24/7).

Menurut KH.Said Aqil Siradj, para kiyai atau para ulama dalam berdakwah tetap harus memberikan pencerahan, tidak perlu mengatakan hal-hal yang menyinggung perasaan orang lain kendati hal tersebut salah menurut Islam. Ia mencontohkan, seorang Islam kaya memberikan sesajen di sudut rumah dengan maksud mengusir roh jahat dengan harapan agar selamat. Hal demikian, tidak usah dicaci maki, tapi sebaiknya diarahkan agar orang itu memotong kambing lalu mengundang dan memberikan makanan kepada puluhan fakir miskin dan berdoa minta selamat, ini namanya selamatan.

“Dulu, orang Hindu juga bisa tersinggung ketika seekor sapi disembelih. Tapi, Sunan Kudus mengerti akan hal itu sehingga orang Islam disarankan untuk memotong kerbau bukan sapi. Ini yang disebut Bil Hikmah,” paparnya, lagi.

Dalam taushiyahnya KH. Said Aqil Siraj, kembali menekankan tentang pentingnya kerukunan beragama yang merupakan fondasi dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Ia juga kembali menegaskan bahwa NU tidak berpolitik.

Sementara itu, Bupati Kuningan H.Aang Hamid Suganda yang diwakili Asisten Pembangunan H.Yayan Sofyan dalam sambutannya, mengatakan, yang terpenting bagi kita saat ini adalah ahlaqul karimah atau contoh-contoh keteladanan dari sikap dan sifat-sifat pribadi beliau dapat kita warisi dan aplikasikan dalam kehidupan sehari–hari, serta seluruh keluarga dan masyarakat termotivasi oleh hasil perjuangan beliau untuk mengembangkan syiar Islam secara lebih luas disertai rasa keikhlasan dan ketulusan.

Ketua PCNU Kab.Kuningan, KH. Machmud Solehuddin, mengatakan, tradisi haul sebagai upaya membangun rasa hormat terhadap para pendahulu. Mereka telah mewariskan nilai-nilai pendidikan dan pengajaran bagi penerus dan ahli warisnya untuk berpegang teguh pada ajaran agama dalam menjaga martabat dan kehormatan keluarga dan lingkungannya.

Pada kesempatan itu, Ketua Umum PBNU Prof.DR.KH.Said Aqil Siradj,MA menerima tanah wakaf dari seorang tokoh Kuningan Sahal Suhana,SH berupa tanah darat seluas 6,5 Ha untuk dibangun sebuah pesantren modern, sehingga Kab.Kuningan juga memiliki pesantren yang representatif dan menjadi kebanggaan. “Mudah-mudahan tahun 2012 mendatang pembangunannya sudah bisa dimulai,” ujar Machmud.(A-164/A-147)***

Sumber: Pikiran Rakyat

About pamulihan

Editor

Posted on 15/02/2012, in Tepas. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: