Memaknai Hari Jadi Pamulihan

“Dan kelak, yang paling penting, bukan berapa lama tahun yang kamu lewati. Tetapi, bagaimana kamu menjalani kehidupanmu sepanjang tahun-tahun tersebut.”

— Abraham Lincoln, mantan Presiden Amerika Serikat

Tahun ini 2011, tak terasa usia desa Pamulihan sudah 141 tahun. Warga desa yang tinggal di kampung dan di perantauan selalu merayakannya setelah 3 hari Idul Fitri.

Berbicara tentang hari jadi pasti selalu identik dengan pesta, karena dianggap hari yang istimewa. Banyak orang merayakan hari jadi atau hari ulang tahunnya dengan pesta-pesta besar dan meriah. Terhanyut dalam gemerlapnya pesta dan perayaan tanpa berpikir mengenai makna dari ulang tahun tersebut. Kalau kita mencoba renungkan, sebenarnya apa sih makna yang terkandung dalam hari ulang tahun itu?

1. Bertambahnya Pengalaman Hidup.

Pastinya dengan semakin bertambahnya usia desa, semakin bertambah pula pengalaman aparat desa. Apa kekurangan yang telah dilakukan oleh aparat desa sebelumnya. Pengalaman yang akan menjadi modal yang berharga untuk kehidupan pembangunan di masa depan.

2. Momen untuk bersyukur.

Idealnya sih setiap hari bahkan setiap saat kita bersyukur. Namun kadang kita sering lupa kepada-Nya. Oleh karena itu, jadikanlah hari jadi ini sebagai momen untuk bersyukur atas segala nikmat yang telah Allah berikan.

3. Momen untuk Muhasabah dan Refleksi Diri.

Yakni merenungi tantang semua yang telah kita perbuat di masa yang lalu dan berusaha untuk memperbaikinya di masa depan. Jadikan diri kita sebagai peminpin diri sendiri dulu, pemimpin keluarga yang patut dicontoh oleh masyarakat.

4. Momen untuk Merefresh Proposal Hidup.

Yakni menata dan memantapkan kembali rencana pembangunan hidup masyarakat di masa depan, mempersiapkan dan memotivasi masyarakat  menjadi kehidupan sosial yang lebih baik.

Waktu akan terus berjalan dan hari akan terus berganti, di dalam kemungkinan gerak ruang dan waktu. Masa lalu tak akan pernah kembali atau terulang lagi dalam hidup kita. Setiap manusia memiliki masa tersendiri dalam hidupnya. Masa kecil, masa bermain, masa sekolah, masa remaja, masa kuliah, masa berkeluarga, masa tua, dan lainnya. Jangan pernah sia-siakan waktu. Tidak selamanya orang jadi pejabat, kepala desa, camat, bupati dst. Kesempatan inilah dalam sisa hidup kita untuk berbuat yang lebih baik, sebagai bekal di hari nanti.

Ingatlah masa depan tak hanya sampai kita tua kelak, sampai kita masuk ke liang lahat. Masa depan adalah juga kehidupan di alam akhirat selepas kita meninggalkan dunia yang fana ini. Kita perlu mempersiapkan diri menghadapi kehidupan kekal tersebut, di mana kita akan mempertanggungjawabkan apa yang telah kita lakukan di dunia ini.

Semoga Allah melimpahkan kebaikan pada sisa umur kita dalam kehidupan ini, Amiin…..

About pamulihan

Editor

Posted on 04/09/2011, in Paguneman. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: