Kuliner Khas Sunda

pamulihan.wordpress.com, Pamulihan -MASYARAKAT Sunda selayaknya merasa bangga terhadap kekayaan kuliner tradisional yang dimiliki. Bila didata serius boleh jadi ada ratusan jenis menu makanan dan minuman tradisional khas Sunda.

Ragam jenis masakan khas Sunda bahkan bisa mengalahkan kekayaan kuliner suatu negara di belahan dunia lain. Secara umum ada makanan pembuka seperti Soto Bandung. Ada juga makanan utama pendamping nasi seperti hayam bakakak, cumi hideung, sambel goreng ati kentang, semur jengkol, ulukutek leunca, ase cabe hejo, oblo-oblo tempe peteuy cabe hejo, kasreng hejo kacang hejo, dan lainnya.

Makanan khas Sunda lain yang memiliki rasa manis (amis-amis) biasanya dikelompokkan sebagai makanan penutup. Di antaranya putri noong, kelepon, cocorot, gurandil, awug, katimus, misro, dan sebagainya. Ada juga minuman khas seperti es goyobod atau es cingcau.

Satu kelompok makanan Sunda lagi biasa diistilahkan sebagai hahampangan atau makanan ringan. Di antaranya keremes, opak, kolontong, borondong, kalua jeruk, kerupuk melarat, semprong, dan lain sebagainya.

Pemerhati kuliner tradisional Sunda, Ny Euis Ruhyiat menyampaikan upaya melestarikan masakan Sunda bisa dimulai dengan mengenalkan kepada generasi muda. “Sering-seringlah menghidangkan masakan tradisional Sunda di rumah. Atau ajak seluruh anggota keluarga menikmati masakan Sunda bersama di rumah makan Sunda,” ujar putri keenam HR Ruhiyat, pendiri Hotel Pangehar ini.

Tantangan ini dijawab oleh Mang Arif Tea, pria asli Pamulihan ini mencoba merintis usaha kuliner “Warung Baraya” di desa Pamulihan, kec. Subang, dengan menu bercirikan khas Sunda, seperti ayam bakar, ikan bakar, sayur humbut, paria, dan aneka masakan lainnya khas Pamulihan. Sorabi haneut merupakan pilihan favorit bagi anak-anak muda di sana. Usaha yang baru dirintis Mang Arif Tea ternyata disambut baik oleh masyarakat di Pamulihan dan sekitarnya. Mau coba?, silakan Anda mampir!  “Warung Baraya” siap memanjakan selera makan Anda.

About pamulihan

Editor

Posted on 01/06/2011, in Lemah Cai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: