Jam Orang Sunda

Tulisan ini saya buat untuk mengingatkan kembali kebiasaan orang Sunda dalam membaca dan mengetahui waktu. Masyarakat Sunda ternyata sudah bisa membaca waktu sejak jaman dahulu kala. Namun yang jadi pertanyaan seperti apakah jam yang digunakan Orang Sunda?, Apakah dengan angka seperti yang ada saat ini?

Ternyata Jam Sunda ini memiliki keunikan tersendiri, berbeda dengan jam yang ada saat ini, keunikan tersebut terletak dari petunjuk waktu yang digunakan bukan angka melainkan kata-kata.

Kata-kata yang digunakan menggambarkan suasana sekitar pada jam tersebut . Seperti misalnya jam 12.00 berarti disebut Tangange, lalu jam 04.00 berarti jam “kongkorongok hayam” yang berarti pada jam ini ayam berkokok di pagi hari.

Berikut nama-nama waktu jam Sunda:
jam 12.00 = tangange, yang berarti panas terik
jam 13.00 = lingsir (panon poe lirgsir ngulon),
jam 14.00 = kalangkang satangtung,
jam 15.00 = mengok,
jam 16.00 = tunggak gunung (pononpoe tunggak gunung),
jam 17.00 = sariak luyung,
jam 17.30 = sareupna,
jam 19.00 = hariem beungeut,
jam 20.00 = sareureuh budak,
jam 21.00 = tumoke,
jam 22.00 = sareureuh kolot,
jam 23.00 = indung peuting,
jam 00.00 = tengah peuting,
jam 01.00 = tumorek,
jam 02.00 = janari leutik,
jam 03.00 = janari gede,
jam 04.00 = kongkorongok hayam,
jam 05.00 = balebat,
jam 06.00 = carangcang tihang,
jam 07.00 = meletek panonpoe,
jam 08.00 = ngaluluh taneuh,
jam 09.00 = haneut moyan,
jam 10.00 = rumangsang,
jam 11.00 = pecat sawed.

Saat ini orang Sunda di perkotaan atau  generasi muda sekarang sudah tidak tahu bahwa nenek moyangnya dahulu sudah pandai dalam membaca waktu. Untung saja saya masih menemukan kebiasaan Jamnya Orang Sunda ini terutama di perkampungan, khususnya orang Pamulihan. Jika kita mendengar telinga kita masih sering mendengar kata janari, subuh-subuh, isuk-isuk, tengah poe, sore, sareupna, dan sebagainya. Orang Sunda jaman dulu lebih suka menyebut janari daripada sahur. “Geus boga naon keur engke janari?” (Sudah punya apa –makanan– untuk sahur nanti?) Kalau saya dan teman-teman  sedang mandi di sungai (Curug Hawu) pukul 12.00 siang harus pulang, karena waktu tangange.

Memang kata pecat sawed, sandekala, sareureuh budak, sudah mulai hilang. Mungkin karena pekerjaan membuka tali bajak atau luku dari badan kerbau di daerah Sunda tertentu sudah tidak dilakukan lagi karena kerbau sudah berganti dengan traktor. Sandekala (sandiakala/senja kala) semakin arkais karena orang tidak lagi percaya, sandekala merupakan saat paling kritis karena pergantian waktu siang dan malam. Orang Sunda buhun percaya, perubahan yang hanya sebentar itu memiliki pengaruh buruk terhadap kesehatan, terutama terhadap anak-anak, baik kesehatan fisik maupun jiwa.

Bisa jadi sandekala merupakan saat paling rentan akibat perubahan cuaca. Dari siang ke malam. Sebaliknya, perubahan dari malam ke siang, tidak melalui masa kritis. Perubahan suhu atau cuaca dari gelap menuju terang justru diyakini sangat baik dan menyehatkan. Oleh karena itu, orang Sunda dulu melarang anak-anak berada di luar rumah pada saat sandekala. Namun, mereka berusaha bangun subuh hari. Bahkan aktivitas keseharian justru dimulai sejak janari gede, pukul 3.00.

Orang Sunda buhun mafhum, perubahan dari terang ke gelap melalui masa rentan, perubahan dari gelap ke terang, menyehatkan. Penamaan siklus waktu dapat dipastikan disusun orang Sunda purba berdasarkan pengamatan yang bersifat empiris. Setiap saat mereka melalui rentang waktu yang sama. Perjalanan waktu ditentukan oleh kemiringan bayang-bayang atau sudut sinar matahari. Di tempat tertentu, orang purba, termasuk orang Sunda buhun, memasang ajir berupa lingga batu megalit sebagai penanda waktu. Lingga itu ditempatkan pada garis perjalanan matahari (ekuator) tepat pada titik bayang-bayang terpendek. Bayang-bayang lingga itulah yang menjadi ukuran waktu.

Sumber: Fadhillah, Pikiran Rakyat,2009

About pamulihan

Editor

Posted on 14/05/2011, in Lalakon Baheula. Bookmark the permalink. 2 Comments.

  1. ijin copas nyakk
    hatur nuhun

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: