Kuningan Pinggiran Memerihatinkan

Memasuki wilayah Kecamatan Subang Kab. Kuningan bagi warga Kabupaten Kuningan tidak merupakan masalah, mau  arah dari mana saja Kecamatan Subang dapat dijangkau. Baik dari arah timur,melalui Luragung-Ciwaru-Cilebak-Subang atau yang mudah melalui Kuningan Kota – Selejambe – Subang. Jalan menuju kecamatan inipun relative baik, tentunya lewat timur akan menempuh jarak lebih jauh lagi, tetapi jika dari selatan relatif perjalanan lebih singkat. Kecamatan Subang dengan potensi alamnya memang tidak berbeda dengan wilayah-wilayah kecamatan di Kuningan lainnya. perbukitan, pesawahan, perkebunan, dan kolam-kolam ikan ciri khas masyarakat  Pasundan dapat kita rasakan di Kecamatan ini.Kecamatan Subang selama ini hanya dikenal sebagai daerah penghasil wajit makanan yang khas daerah ini terbuat dari beras ketan putih, dan gula aren, kemudian dibungkus dengan kulit buah jagung dan kulit ari pohon pinang,industri Wajit Subang ini dikerjakan oleh Ibu-ibu rumah tangga yang tergabung dalam kelompok PKK. Walau sebagai industri rumah tangga,Wajit Subang ini sudah dikenal sampai ke Ibu Kota Jakarta, sayangnya masih dalam skala kecil (sebagai oleh-oleh).Menurut Kuwu setempat bapak Sumarda(55th) industri Wajit Subang merupakan primadona, tetapi Selei Pisang-pun merupakan keunikan tersendiri. “Tidak semua pisang bisa dibuat Selei, pisangnya namanya pisang Koyut ,hasil persilangan antar pisang Kepok dengan pisang Raja Siam, kemudian warga di sini menyebutnya Pisang Koyut.jelasnya pada SJB lanjutnya, di Subang tidak hanya itu, tetapi ada hutan lindung dan penghasil rotan juga kekayaan sumber daya alam, seperti Curug (air terjun)Curug Ngantay, Curug Beureum dan Curug Cisawung, yang kalau ini dapat dilola oleh Pemda, akan menghasilkan PAD,” katanya. Dari hasil pantauan SJB yang memasuki lokasi sumber air panas. Kecamatan Subang menyimpan potensi yang luar biasa jika potensi itu digali dan dikembangkan oleh Pemerintah Daerah tidak mustahil Subang akan menyamai  Subang-Kab.Purwakarta. Sayangnya potensi itu tetap dibiarkan tanpa direncanakan ataupun diprogram untuk dikembangkan menjadi suatu asset daerah.

 Sumber Air Panas Yang Terabaikan

Dengan infrastruktur yang baik, dan memiliki sumberdaya alam serta sejarah perjuangan bangsa (sebagai wilayah gerilya)  juga  memiliki ceritera perjuangan masa lampau. Kecamatan Subang jika diarahkan menjadi wilayah daerah tujuan wisata akan menjadi suatu wilayah yang potensial berkembang di masa yang akan datang. Ketika SJB mengunjungi Kecamatan ini, di Monument Tugu Perjuangan Umar Wirahadikusumah, terkesan tanpa ada perawatan, terlebih museum perjuangan nampak kumuh tak terawat. Jika Kecamatan ini dikembangkan dengan potensi wisata, akan mampu menarik investor kalau wilayah ini mampu dipasarkan oleh pemerintah daerah untuk dijual kepada investor, atau mungkin pengembang dunia wisata. Mengapa tidak ? Kecamatan ini sesungguhnya mampu menjadi daya tarik wisata wilayah Kuningan selatan. Salah satu wilayah atau daerah yang mampu dijadikan obyek wisata adalahsumber air panas, yang berasal dari Gunung Ciremai. Sudah bertahun-tahun sumber air panas itu dikunjungi orang, bahkan atas inisiatip pemuda dan tokoh masyarakat kawasan sumber air panas telah dibuatkan tempat ganti baju, dan ruang duduk ala kadarnya. Sayangnya itu hanya sebentar saja, karena jalan kearah sumber air panas, benar-benar jalan setapak.!

Nama sumber air panas Subang sudah dikenal baik di Jawa Barat maupun di Jawa Tengah. Saat bertemu seorang penduduk yang kebetulan melintas membawa  buah kelapa, “wah..sudah banyak yang datang mahda kumaha atuh teu aya jalan.” Katanya singkat sambil terus berjalan beriring. “ Kalau Sumber Air Panas bisa dibangun mah, wah Bagus atuh pak,” jawabnya ketika SJB mengajukan pertanyaan tentang sumber air panas. Dengan tanpa sentuhan apa-apa saja sumber air panas banyak dikunjungi orang, bagaimana jika itu dibenahi dan di pasarkan oleh pemerintah daerah ?

                                                    Tiga Jembatan Siapa Ambrol

Jalan yang mulus menuju Kecamatan Subang, memang relatif bagus, ada badan jalan yang miring-miring dan berlubang sebagian sedang diperbaiki. Jalanan yang menikung dan menurun jika dari arah Kota Kuningan, harus waspada. Karena jalanan yang relatif baik itu tiba-tiba kita harus meningkatkan kemahiran mengemudi, karena ada tiga jembatan yang siap ambrol. Terlebih lagi jika musim penghujan akan memperparah kerusakan jembatan sebagai urat nadi perekonomian di Kecamatan ini.Ketiga jembatan itu saat sekarang semuanya memang dapat dilalui kendaraan roda empat ataupun dua, tetapi harus ekstra hati-hati. Bisa saja, paku atau baud yang muncul diantara papan melubangi roda kendaraan anda.Bagaimana potensi alam, dan sumber daya yang lain dapat berkembang jika infrastrukturnya kurang diperhatikan. Ketiga jembatan tersebut ada di dua Kecamatan yaitu jembatan di Desa Padahurip dan Desa Jamberama berada di Kecamatan Selajambe, serta satu di Desa Cimengga yang masuk wilayah Kecamatan Darma. Ironis memang potensi yang ada ternyata hanya didata dan didaftar sebagai asse semata, ternyata antara keinginan dan kenyataan ternyata tidak pernah sejalan.***
Sumber: wartadesa.wordpress.com

About pamulihan

Editor

Posted on 05/05/2011, in Lemah Cai. Bookmark the permalink. Leave a comment.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: