Category Archives: Lemah Cai

Jembatan Tarikolot Tak Kunjung Diperbaiki

tarikolotSejak hancur dihantam gerusan air sungai  tujuh bulan yang lalu, jembatan Tarikolot di Desa Pamulihan, Kecamatan Subang, Kabupaten Kuningan tak kunjung diperbaiki. Kondisi ini pun menuai protes dari warga karena praktis tidak bisa dilalui kendaraan bermotor. Ditambah lagi setelah seorang warga yang bernama Waryo asal Kampung Cikoneng, Desa Pamulihan meninggal ketika memaksakan diri melintasi jembatan tersebut.

Menurut warga, dampak dari kondisi ini menyebabkan warga kesulitan beraktifitas karena jembatan ini sebagai urat nadi yang menghubungkan Desa Pamulihan dan Desa Jatisari menuju ibukota kecamatan, hingga harus memutar melalui Kampung Cirahayu.

Satu bulan masyarakat  mencoba mengambil inisiatif dengan menggunakan pohon kelapa agar dapat dilalui oleh sepeda motor. Namun, tindakan tersebut sangat berbahaya bagi pengguna jalan.

Untuk mencegah bahaya yang  lebih besar, warga meminta kepada Pemkab Kuningan melalui Dinas PU agar segera memperbaiki jembata tersebut.

Selama ini, kesulitan warga adalah ketika mereka harus bolak-balik mengantarkan hasil pertanian begitu juga anak-anak sekolah SMP dan SMA ke Subang, demikian sebaliknya, mereka terpaksa memutar melalui Kampung Cirahayu, karena jembatan terputus.

Pamulihan Terisolir

Jalan Desa Subang menuju Desa Pamulihan Kecamatan Subang sepanjang 4,5 km, merupakan perjalanan yang melelahkan. Apalagi untuk warga sekitarnya. Karena kondisi jalan terutama dari kampong Sukasari menuju Warung Ijah Desa Subang sudah rusak parah sekalipun belum lama diperbaiki karena sering dilintasi truk pengangkut kayu yang melebihi beban.

Diperparah lagi dengan putusnya jembatan Tarikollot Desa Pamulihaan yang tergerus oleh aliran air sungai. Belum lagi jembatan penghubung kampung Kembanglopang dengan Desa Pamulihan ambruk akibat tergerus luapan kali Cicapar. Jalan alternatif yang dapat dilintasi dari Desa Subang menuju Desa Pamulihan yaitu lewat Kampung Cirahayu.

Memang kondisi ruas jalan itu agak unik, selain perbukitan yang terjal juga pada musim hujan rawan longsor. Kondisi imprastruktur jalan dan jembatan yang rusak bukan saja dialami oleh warga Desa Pamulihan juga dialami oleh warga Desa Jatisari. Sejak bulan Mei 2013 lalu, jembatan yang menghubungkan Desa Subang dan Desa Pamulihan terputus akibat bencana alam, dan kini hanya diganti dengan jembatan dari bambu. Sehingga arus kendaraan roda empat terputus.

Jika masalah ini terlalu lama dibiarkan selain mengganggu roda perekonomian masyarakat juga Desa Pamulihan menjadi terisolir. Masyarakat sangat berharap agar perbaikan jembatan yang putus segera cepat diperbaiki.

Kuliner Khas Sunda

pamulihan.wordpress.com, Pamulihan -MASYARAKAT Sunda selayaknya merasa bangga terhadap kekayaan kuliner tradisional yang dimiliki. Bila didata serius boleh jadi ada ratusan jenis menu makanan dan minuman tradisional khas Sunda.

Ragam jenis masakan khas Sunda bahkan bisa mengalahkan kekayaan kuliner suatu negara di belahan dunia lain. Secara umum ada makanan pembuka seperti Soto Bandung. Ada juga makanan utama pendamping nasi seperti hayam bakakak, cumi hideung, sambel goreng ati kentang, semur jengkol, ulukutek leunca, ase cabe hejo, oblo-oblo tempe peteuy cabe hejo, kasreng hejo kacang hejo, dan lainnya.

Makanan khas Sunda lain yang memiliki rasa manis (amis-amis) biasanya dikelompokkan sebagai makanan penutup. Di antaranya putri noong, kelepon, cocorot, gurandil, awug, katimus, misro, dan sebagainya. Ada juga minuman khas seperti es goyobod atau es cingcau.

Satu kelompok makanan Sunda lagi biasa diistilahkan sebagai hahampangan atau makanan ringan. Di antaranya keremes, opak, kolontong, borondong, kalua jeruk, kerupuk melarat, semprong, dan lain sebagainya.

Pemerhati kuliner tradisional Sunda, Ny Euis Ruhyiat menyampaikan upaya melestarikan masakan Sunda bisa dimulai dengan mengenalkan kepada generasi muda. “Sering-seringlah menghidangkan masakan tradisional Sunda di rumah. Atau ajak seluruh anggota keluarga menikmati masakan Sunda bersama di rumah makan Sunda,” ujar putri keenam HR Ruhiyat, pendiri Hotel Pangehar ini.

Tantangan ini dijawab oleh Mang Arif Tea, pria asli Pamulihan ini mencoba merintis usaha kuliner “Warung Baraya” di desa Pamulihan, kec. Subang, dengan menu bercirikan khas Sunda, seperti ayam bakar, ikan bakar, sayur humbut, paria, dan aneka masakan lainnya khas Pamulihan. Sorabi haneut merupakan pilihan favorit bagi anak-anak muda di sana. Usaha yang baru dirintis Mang Arif Tea ternyata disambut baik oleh masyarakat di Pamulihan dan sekitarnya. Mau coba?, silakan Anda mampir!  “Warung Baraya” siap memanjakan selera makan Anda.

Reuni SMPN Subang Kuningan Angkatan 1976 Penuh Canda dan Meriah

Bekasi - Silaturrahmi alumni SMPN Subang Kuningan berlangsung lancar dan penuh guyon. Suasana penuh canda tawa ketika satu sama lain membongkar kisah 35 tahun yang lalu.

Pada acara reuni itu juga salah satunya untuk mendoakan teman-teman yang sudah pulang ke Rahmatullah jumlahnya  kurang lebih 6 orang, dan juga yang lebih penting  menjalin silaturahmi dengan teman-teman SMP seangkatan yang tersebar di berbagai daerah.

Acara reuni angkatan ’76 itu diselenggarakan di Griya Wulansari, Jalan Kemakmuran No.46 – 47 Bekasi Selatan,  Minggu  (22/05/2011). ” Kangen rasanya sudah 35 tahun nggak ketemu,” ujar teman-teman. Reuni itu, banyak yang lupa satu sama lain dengan wajahnya, “Dulu imut-imut, begitu ketemu sekarang, udah peot, beruban”, celoteh pembawa acara. Namun, ketika diingatkan masa SMP dulu mereka langsung ingat dan saling mengejek. Hadir pada pertemuan itu guru SMPN Subang di masa itu, Bapak Endo Suhanda, Bapak Suwarno, dan Ibu Ela Sukaesih.

Senang rasanya bisa bertemu dengan teman-teman sekolah, sudah sekian lama, 35 tahun baru bisa bertemu sekarang. Yang menjadikan suasana hidup, pada acara silaturahmi itu dikondisikan kepada masa SMP dulu, atribut jabatan, strata sosial sekarang hampir dilepas semua, memanggil nama sebutan seperti ketika SMP dulu sehingga tidak canggung, lucu dan seneng memang..

Teman-teman yang lain terutama yang hadir menjadi tamu undangan merasa   salut  dan angkat jempol kepada panitia penyelenggara Reuni yaitu Bapak H. Agus Sugiono, Bapak H. Maman Kariman, Bapak H. Ero Misrori, Ibu Hj. Ade, Bapak Sarif Hidayat dan yang lainnya, beserta tim humas (Bp. Aruman, Bp. Dayat) begitu kerja keras dan sanggup melacak tempat tinggal teman-teman sehingga dapat terselenggara acara ini. (pen. Kaje Geer)

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.

Join 546 other followers